pixelcode

Microphone adalah alat untuk mengubah energi suara menjadi energi listrik. Konstruksi dasar dari semua microphone adalah sama yaitu terdapat sebuah sensor yang mendeteksi getaran dari molekul2 udara dan mengubah getaran tersebut menjadi energi listrik. Memang dalam pengembangan microphone lebih lanjud terciptalah banyak macam dan variasi tetapi pada dasarnya prinsip kerjanya tetap sama.

Macam Microphone

Ada banyak macam microphone yang sudah dibuat dan dikembangkan saat ini tetapi disini kami hanya membahas beberapa type yang banyak kali kita jumpai dan gunakan dalam acara2 tertentu kita.

Beberapa hal yang membedakan antara type microphone satu dengan yang lainnya adalah tingkat KepekaanResponse Frekwensi dan pola reaksi microphone terhadap sudut sumber suara atau dikenal dengan istilah Polar Diagram.

Yang pertama adalah microphone Dynamic, microphone jenis ini biasanya ditandai dengan adanya kabel yang menyertainya yang berfungsi untuk menyalurkan energi listrik yang dihasilkan oleh mic tsb ke amplifier atau mixer audio. Ciri2 umum yang dengan mudah kita ketahui adalah biasanya mic type ini tidak peka terhadap sumber suara sehingga seringkali kita harus berbicara dengan jarak yang sangat dekat dengan mic ini bahkan seringkali kita menyaksikan dalam pertunjukan dan show2 musik dimana penyanyi seringkali menempelkan bibirnya ke mic jenis ini.

Namun biasanya mic jenis ini walaupun mempunyai “kelemahan” dalam hal kepekaannya tetapi seringkali mic ini unggul dalam hal response frekwensinya. Itulah sebabnya banyak orang masih senang menggunakan mic jenis ini, bahkan untuk keperluan2 konser live musik maupun rekaman2 yang di studio mic jenis ini hampir2 tidak pernah tidak digunakan terutama untuk mengambil suara2 instrumen musik seperti Drum, Gitar, Bass, Piano akustis, alat2 tiup seperti terumpet, horn, dll. Salah satu mic jenis ini yang sudah sangat terkenal didunia “permusikan” dan studio adalah Shure SM57. Sedangkan untuk vocal adalah Shure SM58.

Yang kedua adalah microphone Condensor atau kadang2 disebut condenser, mic jenis ini mempunyai ciri2 yang sangat mencolok yaitu kepekaannya jauh diatas microphone Dynamic. Karena kepekaannya yang tinggi, maka orang yang menggunakan mic condensor tidak lagi perlu untuk mendekatkan mulutnya sedekat mungkin dengan mic tsb, dalam hal ini jarak beberapa centimeter (5-10cm) masih merupakan jarak yang tetap dapat menghasilkan output yang baik.

Beberapa type dari mic jenis ini juga menggunakan kabel seperti type dynamic tetapi saat ini sudah banyak sekali dibuat dalam bentuk tanpa kabel atau dikenal dengan istilah “Wireless” artinya untuk menyalurkan energi suara yang dihasilkan digunakan pemancar radio untuk kemudian gelombang radio yang mengandung suara tadi diterima oleh pesawat penerima khusus yang biasanya telah dibuat berpasangan dengan microphone tsb. Tentu saja jangan dibayangkan bahwa pemancar mis tsb akan sebesar pemancar sebuah stasiun radio…, namun hanya pemancar kecil yang mampu memancarkar gelombang radio bersama2 dengan audio pada jarak beberapa puluh meter saja. Itulah sebabnya jangan sekali2 anda membayangkan untuk menggunakan mic ini untuk berkomunikasi jarak jauh seperti halnya Handy Talky (HT), dll.

Mic condensor yang diproduksi oleh banyak pabrik mic hari ini umumnya telah memiliki response frekwensi yang baik terutama untuk vocal. Mic jenis ini juga sangat sering digunakan untuk mengambil suara Cymbal dengan cara diletakkan pada posisi diatas kepala (over head) sehingga tercipta efek ruangan karena disamping cybal2 tersebut mic ini akan bisa mendeteksi secara agak samar suara Tom-tom, High head dan snare.

Disamping itu mic type ini sering digunakan untuk keperluan khusus seperti paduan suara, drama, dll yang mana melibatkan lebih dari satu orang atau banyak orang sebagai sumber suaranya.

Jadi dengan memperhatikan cara kerja masing2 jenis mic anda dapat menentukan dengan benar mic jenis apa yang akan anda gunakan dan untuk keperluan apa.

Koneksi Microphone

Pada umumnya ada 2 cara penyambungan (koneksi) pada sebuah mic ke sebuah mixer atau amplifier. Yang pertama adalah koneksi secara unbalance dan yang kedua adalah koneksi secara balance. Koneksi unbalance biasanya digunakan untuk penyambungan jarak pendek (kurang dari 10m) dan konektor yang digunakan biasanya adalah konektor AKAI atau kadang disebut dgn Phone Jack.

Koneksi unbalance lebih rawan terhadap Noise atau bunyi mendesis yang kerapkali kita dengar & cukup mengganggu, karena pada koneksi ini diterapkan metode penyambungan dengan 2 wire saja yaitu signal line (hot) dan screen atau arde  atau ground. Tanpa menjadikan penjelasan ini terlalu teoritis dan rumit maka dapat kami jelaskan secara sederhana bahwa penggunaan screen atau kabel ground ini untuk perjalanan signal dapat menyebabkan noise. Apabila kabel screen tidak digunakan maka noise akan lebih mudah untuk dihindari, cara inilah yang digunakan dalam koneksi balance.

Pada koneksi balance digunakan 2 kabel untuk signal line secara terpisah dan kabel screen hanya digunakan untuk pelindung terhadap gangguan dari luar saja misalnya gangguan signal radio, dll dan tidak digunakan untuk jalan signal suara. Konektor yang digunakan disebut XLR atau Canon. Koneksi balance dapat dipakai untuk penyambungan jarak jauh bahkan sampai 600m nyaris tanpa mengurangi kualitas signal suara.

http://www.rch-sound.com/upload/microphone1.JPG
http://www.rch-sound.com/upload/microphone2.JPG

Itulah sebabnya pada amplifier Keyboard RCH type Excellent 700 disediakan 2 buah koneksi balance secara terpisah. Anda dapat melakukan percobaan sederhana dengan menyambungkan sebuah mic yang baik dengan cara koneksi unbalance dan balance dan anda akan mendapati bedanya. Pada koneksi balance akan terdengar suara yang lebih baik dan bening dibandingkan dengan koneksi unbalance.

Polar Diagram & Cara Meletakkan Microphone (Tehnik Miking)

Polar Diagram adalah kepekaan sebuah mic terhadap sumber bunyi. Salah satu polar diagram yang paling umum dan sering digunakan ialah Cardioid. Mic dengan polar diagram cardioid adalah mic yang paling peka dengan suara yang datang tepat dari depan, kemudian kepekaan ini sedikit berkurang apabila sumber suara datangnya “melenceng” atau tidak tepat dari arah depan, kemudian makin kesamping semakin tidak peka dan akhirnya pada dasarnya mic ini akan hanya bisa mendeteksi sedikit saja suara yang datang dari arah samping (90 derajat dikiri maupun kanan). Untuk suara yang datang dari arah belakang hampir2 tidak dapat terdeteksi lagi sama sekali oleh mic ini. Dengan mengetahui hal ini maka apabila kita meletakkan speaker monitor dilantai didepan posisi kita berdiri memegang mic dengan polar diagram cardioid kemungkinan terjadinya feedback akan sangat minimal.

Penting untuk mengetahui kepekaan tiap2 mic yang digunakan agar tiap mic dapat digunakan secara maksimal. Apabila kita tidak mengerti Polar Diagram sebuah mic maka dapat terjadi kesalahan2 yang dapat berakibat tidak maksimalnya mic itu digunakan atau terjadi gangguan2 yang sangat umum terjadi yang tidak seharusnya terjadi yaitu feedback atau bunyi berdenging sebagai akibat baliknya signal suara yang dikeluarkan oleh sebuah loudspeaker ke mic yang sedang digunakan.

Dengan mengetahui polar diagram mic tersebut maka dengan mudah dapat dicegah terjadinya feedback tsb dengan cara memposisikan mic tersebut dengan baik dan benar terhadap loudspeaker monitor ataupun loudspeaker yang mengarah ke audience yang dikenal dengan sebutan Loud speaker FOH (Front Over Head).

Polar diagram yang lain diantaranya adalah Supercardoid dan Hypercardoid. Kita tidak akan membahas panjang lebar tentang kedua polar diagram ini hanya saja ciri umum tipe mic Supercardoid adalah kurang lebih sama dengan Cardoid hanya saja ada tambahan yaitu ada sedikit kepekaan untuk signal suara yang datang dari arah tepat dibelakang mic ini dan untuk mic Hypercardoid kepekaan untuk menangkap signal suara dari belakang mic sedikit lebih besar dari tipe supercardoid, tetapi tentunya kepekaan2 ini masih jauh dibawah kepekaan untuk menangkap signal suara dari arah depan.

(Wrote by RCH)